Kamis, 24 Desember 2009

BEDAH RAHANG (TINDAKAN ORTHOGNATIK)

Konsultan dokter gigi : Isrodiah

Perawatan gigi dan mulut bukan sekedar untuk kesehatan tapi bertujuan juga untuk penampilan dan kecantikan. Bedah rahang bertujuan utama untuk keselarasan rahang atas dan bawah, dan untuk merubah profil wajah.

Bedah rahang disarankan dengan suatu syarat : Apertognatia, dimana gigi depan tidak saling kontak dengan gigi dibawahnya, sehingga susah menggigit dengan gigi depan, rahangnya lebih menonjol kedepan. Prognatia, dimana rahang bawah lebih besar (basa jawanya nyatis). Retrognatia, dimana rahang atas lebih besar, sehingga gigi bawah terlalu mundur kebelakang (basa jawanya monyong). Tinggi rahang atas yang lebih tinggi, sehingga kalau tersenyum gusinya lebih kelihatan dari pada giginya.

Untuk melaksanakan bedah rahang maka si pasien harus konsultasi beberapa dokter gigi dan dokter bedah mulut.
Kemudian , dibuat analisis foto sefalometri secara konvensional, dengan foto sinar X dari arah samping dan arah depan, agar lebih dapat diperhitungkan asimetrisnya dari samping kanan dan dari samping kiri.

Setelah ada analisis foto sefalometri, maka dibuat model wajah yang akan dibedah menggunakan komputerisasi.
Sebelum hari diadakan pembedahan, maka antara dokter gigi pribadi dan dokter bedah rahang mengadakan simulasi, agar pada hari H nya segalanya sudah diperhitungkan. Kerjasama antara dokter gigi, dokter bedah rahang, dan pasien nya akan menentukan keberhasilan hasil pembedahan.

Setelah pembedahan rahang sembuh, barulah dokter gigi dapat melakukan tindakan orthodonti, dengan memasang kawat gigi bertujuan untuk meratakan dan memperindah susunan gigi sang pasien. Kini sang pasien telah berubah profil wajahnya dan dapat tersenyum manis dengan puas.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar